"Jadi, dia mutusin Kiran karena sakit?" tanya Ceryl yang sedang bersama dengan Tristan. Tristan mengangguk, kemudian menyeruput minumannya dan kembali berfokus pada gadis yang ada dihadapannya. "Tadi aja aku liat wajahnya pucat banget dan tiba-tiba dia langsung drop." "Benarkah? Trus, gimana keadaannya sekarang? Apa udah baik-baik aja?" tanya Ceryl dengan raut wajah penuh kekhawatiran. Melihat ekspresi Ceryl yang tampak sangat mengkhawatirkan Arland, tentu saja Tristan merasa sedikit cemburu. Tapi, ia sadar. Nama Arland sudah lebih dulu berada di hati Ceryl. Ceryl tiba-tiba menyadari kalau rasa dan ekspressi khawatirnya akan Arland terlalu berlebihan. Apalagi saat bersama Tristan. "Maaf, aku bukan bermaksud ..." "Tidak apa-apa," sanggah Tristan. Akhirnya keduanya pun menikmati maka

