Kiran yang saat itu berada di pelukan Arland, air matanya langsung tumpah seketika. Ingin rasanya membalas pelukan yang ia terima, tapi rasanya takut saja jika ini tak nyata. "Aku tahu aku salah padamu. Aku membuatmu seolah dibuang begitu saja. Maaf, membuatmu menangis. Maaf, jika pada akhirnya aku juga yang berharap ... jangan pergi, tetaplah bersamaku. Aku butuh kamu, Kiran," pinta Arland, lagi. "Aku tak akan pergi," balas Kiran sambil membalas pelukan Arland. Ia rindu saat-saat seperti ini. Ia rindu aroma dari tubuh Arland yang membuatnya tenang. Dan lagi ... ia paham kenapa Arland memutuskan hubungan dengannya. “Aku nggak pernah marah padamu, tapi aku justru lebih merasa sedih,” ujarnya mengeratkan pelukannya pada Arland. “Aku sedih, kamu malah pergi dariku saat di mana seharusnya

