BAB : 61

1722 Kata

Arland kembali menarik wajah Kiran. Di saat bersamaan, tiba-tiba ponsel Kiran yang berada di meja, berdering. Kiran tertawa cekikikan melihat ekspresi wajah Arland yang kesal. "Mengganggu saja," umpat Arland. Kiran segera bangkit dan berjalan menuju ke arah meja untuk menjawab panggilan telepon. Tapi, ia sedikit tertegun dan ragu untuk menjawab panggilan itu. "Dari siapa?" "Dira," jawab Kiran berbohong. "Kenapa nggak dijawab?" "Males. Palingan dia mau curhat tentang Pak Leo, Pak Leo, dan Pak Leo," terang Kiran kembali menghampiri Arland. Ya, Kiran berbohong kalau yang menelponnya barusan adalah Dira. Padahal bukan, melainkan Kim, Mama mertuanya. "Udah, sana ke kantor," ujar Kiran sambil merapikan kemeja Arland yang sedikit berantakan. "Gagal nih?" "Arland ..." "Iya iya. Aku ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN