BAB : 51

939 Kata

  Tirai jendela masih menutupi sinar matahari yang seolah memaksa masuk, tapi tak berhasil. Membuat penghuni kamar masih tenang di posisi tidur masing-masing. Ya, awalnya ... hingga akhirnya suara deringan ponsel memecah keheningan. Membuat salah satu dari mereka terbangun dan langsung menyambar benda berbentuk pipih itu. Terlihat, nama Jefry di layar datar itu. Ia arahkan pandangan pada sosok Kiran yang masih tidur dengan nyenyak. Setelah itu, barulah ia geser layar dengan tampilan gagang telepon itu ke arah kanan. "Ya, Jef.”  Arland melambatkan volume suaranya agar Kiran yang sedang tidur di sampingnya tak merasa terganggu. "Land, lo dimana? Katanya mau kekantor. Udah ditungguin, nih." "Iya iya, bentar. Gue mandi dulu," "Gila! Lo baru bangun?" "Iya. Kenapa?" "Tumben. "Banyak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN