“Jesty enggak habis pikir, kenapa Mas lakuin itu coba? Jesty malunya sampai sekarang, lho,” protes Jesty yang saat ini sedang menguyel-uyel wajahnya sendiri. Tidak menduga ia akan di lamar hari ini, diketahui banyak orang lagi. Malunya sudah sampai ubun-ubun, tetapi dibalik itu Jesty bangga akan keseriusan dan kecerdasan pria itu agar tidak ingin mendapat penolakan darinya sehingga memanfaatkan kelemahannya dengan baik. Memang tidak romantis, namun cukup berkesan bagi Jesty. “Tidak perlu malu, Jesty,” tanggap Elwin. “Jadi Mas Elwin enak, ya. Hidupnya santai seakan-akan tidak berpikir sesuatu.” “Mas berpikir, Jesty,” bantah Elwin. Manusia diberikan otak fungsinya memang untuk berpikir ‘kan? “Dih, Jesty tidak percaya.” Wajah Jesty menunjukkan keraguan. “Mas bisa bersama Jesty sekarang.”

