Tujuh Puluh Sembilan

1259 Kata

Turun dari ojek online pesanannya, Jesty di hadapkan dengan cobaan tetangga. Lihat tetangganya itu, terang-terangan membicarakannya. Ya, meski pun bisik-bisik tetap saja lirikan mata ke arahnya menunjukkan tetangganya tersebut tengah membicarakan. Masa bodoh, Jesty mengangguk seraya tersenyum ke mereka kemudian membuka pagar masuk ke dalam rumah. Tenang Jesty, ujian ini hanya berlangsung satu menit saja. Anggap saja mereka sedang bernyanyi. Menutup pagar, menjauh dari kumpulan dosa seberang sana. Sepasang mata Jesty tidak sengaja menatap mawar putih miliknya waktu berbalik. Ia pun berjalan menuju tanamannya, lalu berjongkok. "Wah, kau tetap tumbuh meski ku tinggal sendiri. Hebatnya," puji Jesty pada tanaman mawar miliknya. "Aku akan menyirami mu." Mengambil air dalam guci tanah liat be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN