Turun dari ojek online pesanannya, Jesty di hadapkan dengan cobaan tetangga. Lihat tetangganya itu, terang-terangan membicarakannya. Ya, meski pun bisik-bisik tetap saja lirikan mata ke arahnya menunjukkan tetangganya tersebut tengah membicarakan. Masa bodoh, Jesty mengangguk seraya tersenyum ke mereka kemudian membuka pagar masuk ke dalam rumah. Tenang Jesty, ujian ini hanya berlangsung satu menit saja. Anggap saja mereka sedang bernyanyi. Menutup pagar, menjauh dari kumpulan dosa seberang sana. Sepasang mata Jesty tidak sengaja menatap mawar putih miliknya waktu berbalik. Ia pun berjalan menuju tanamannya, lalu berjongkok. "Wah, kau tetap tumbuh meski ku tinggal sendiri. Hebatnya," puji Jesty pada tanaman mawar miliknya. "Aku akan menyirami mu." Mengambil air dalam guci tanah liat be

