Tujuh Puluh Delapan

1123 Kata

"Jesty," panggil Elwin. "Hmm, Jesty lagi masak, Mas. Enggak usah tanya di mana, pastinya di dapur!" Status memang telah berubah dan Jesty berusaha agar sikapnya tidak berubah. Sewajarnya saja, seperti biasa. Tidak menoleh ke belakang pun Jesty merasakan hawa keberadaan manusia selain dirinya sendiri. "Nanti siang, Jesty pulang ke rumah ya, Mas Elwin. Enggak usah di larang-larang. Sudah janji loh." Jesty mengingatkan akan janji Elwin pada dirinya sebelumnya. Elwin tidak berkata apa-apa. Hanya diam menatap Jesty tanpa suara. "Mas Elwin." Jesty menoleh garang ke arah Elwin. "Iya, Jesty," jawab Elwin akhirnya. "Makan siang, mau ke rumah Jesty atau Jesty ojek online in?" "Mas ke rumah Jesty saja." Elwin berjalan mendekati Jesty. "Jesty masak nasi goreng." "Iya, ada nasi sisa kemarin, M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN