Wajah Jesty memanas, ia menebak warna merah di wajahnya belum kunjung hilang. Tidak akan hilang malah. Ia malu sumpah. Perutnya yang lapar pun tidak berselera lagi untuk makan. Ia tetap makan, dan rasa makanannya tidak nikmat. Dirinya jadi kurang menikmati makanan. "Mas Elwin jangan lihat Jesty terus, ih!" Jesty salah tingkah. Elwin terus saja melihatnya setiap selesai menyendok makanan di piringnya sendiri. "Semuanya karena Kak Harsa ini, Jesty padahal enggak mau. Jesty jelek pakainya, bilang aja. Enggak usah dilihatin terus." Jesty mengira, Elwin melihatnya karena ia tidak pantas memakai baju wanita sungguhan begini. Padahal enggak, kurang kepercayaan diri dalam diri Jesty membuat dia berpikiran demikian. Elwin menggeleng ringan. "Jesty cantik." "Halah, bohong!" Jesty berpegang teguh

