Tiga Puluh Tujuh

1102 Kata

Tidak ingin dilihat Elwin karena usai menangis, Jesty kembali membasuh wajahnya lagi. Ia memperbaiki penampilannya sebelum keluar dari kamar mandi. "Loh, tamu Mas Elwin sudah pergi?" tanya Jesty, begitu ia keluar. Hanya tersisa Elwin dan tempat makan susun yang sudah tertata rapi. "Sudah, Jesty." "Jesty pulang ya, Mas. Ayok anterin!" Jesty mengambil kotak bekal makan siang, bersiap untuk pergi namun Elwin mencegahnya. "Jesty di sini dulu, ya," pinta Elwin. "Pulangnya nanti sekalian sama, Mas." "Ya, masak Jesty harus nunggu Mas kerja." "Jesty enggak mau?" "Bukan gitu, Mas. Kalau Jesty kebosanan gimana?" "Mas tidak bisa anter Jesty. Mas ada banyak kerjaan." Jesty melirik tempat kerja Elwin. Benar, di sana ada satu tumpukan kertas. Mau pulang sendirian pun, ah tidak. Ia tidak bisa m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN