Sembilan Puluh Dua

1071 Kata

Jesty membuka selimutnya, ia merasa Grace telah tidur tetapi dirinya tetap tidak bisa tidur. Melihat jam, masih pukul setengah sepuluh malam. Ini bukan waktunya ia tidur, biasanya ia tidur larut malam. Turun dari ranjang, Jesty berniat ke lantai bawah. Perutnya tiba-tiba lapar, ia ingin masak mie. Ah, menyenangkan sekali apabila memiliki calon suami penurut. Kemarin dibilangin, sekarang sudah nyetok mie. Tidak tanggung-tanggung lagi, sekardus. Dan tersimpan rapi di lemari dapur. Sampai dapur, Jesty langsung ambil air dalam panci, di letakkan di atas kompor kemudian tinggal menyalakan api. Sembari menunggu air mendidih, Jesty mau membuka dulu bumbu-bumbu mienya. Ia bukan tipe yang suka masak mie dulu terus bumbunya berada di atas mie nya. Bukan dirinya sama sekali, ia merasa bumbunya tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN