Terlalu kepikiran akan perkataan Jaka, Jesty menghubungi pria itu melalui nomor ponsel tertera di kartu yang Jaka berikan padanya. Ia memang suka penasaran, dan dibuat penasaran malah menjadi-jadi kepalanya, bisa berpikir sampai ia harus tahu gitu. Apa maksudnya. Lima belas menit setelah mengirim chat. Jesty mendapatkan jawaban. Hanya dua kata. Tidak lebih dan tidak kurang. JakaP Lihat lehermu. "Leherku. Emang ada apa di leherku?" Tanya Jesty pada dirinya sendiri. Pagi ini ia belum mandi. Bangun tidur, kuncir rambut kemudian ke dapur. Tidak memikirkan hal lain selain membuat sarapan. Di tambah perutnya keroncongan minta di isi. Tadi malam tidak sempat makan martabak yang Elwin beli melalui Ferdi karena terlanjur malu. Langsung saja naik ke kamar dan mengunci diri. Jesty meletakkan cam

