Enam Puluh Empat

1340 Kata

"Kenapa masih diam di sana? Pergi, hush," usir Jesty pada Elwin yang akan berangkat bekerja. Niat Elwin untuk bolos kerja di gagalkan oleh Jesty. Meski sarapan pagi mereka berdua sangat canggung sekali, tetap tidak merubah kekesalan Jesty padanya tadi malam. Bukan tidak bisa mengontrol diri, sedikit hal itu ada benarnya tetapi di balik itu, ia melakukan hal kuno. Menandai miliknya agar tidak di lirik atau pun di dekati orang lain. Sungguh ia tidak menyukainya. Elwin jelas merasakan perbedaan dari hubungan sekarang dan sebelumnya. Waktu bersama Ayudia, ia melihat dengan mata kepala sendiri, Ayudia bertemu, mengobrol, bahkan berkumpul dengan teman laki-lakinya, ia tidak merasa se marah tadi malam. Biasa saja, tidak ada hal yang membuat hatinya sakit dan darahnya mendidih. Tidak ada. Nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN