Lima Puluh Sembilan

1045 Kata

Elwin tidak fokus bekerja, usai makan siang di rumah Jesty dan kembali ke kantor, hati serta pikirannya menjadi tidak tenang. Serba semerawut. Termenung di depan laptopnya, Elwin tidak tahu harus berbuat apa. Menemui Ayudia, itulah yang seharusnya ia lakukan. Namun hatinya enggan untuk itu. Malas saja, menurutnya ia dan Ayudia sudah selesai. Tidak ada apa-apa lagi. Kenapa Jesty harus menyuruhnya mengakhiri seakar-akarnya dengan Ayudia? Apa yang harus di akhiri? Elwin mendengar pintu ruangannya diketuk. "Masuk," pinta Elwin. "Tuan, semua berkasnya sudah siap." Ferdi datang tidak sendiri, di tangannya terdapat selembaran kertas yang sudah menjadi teman setianya bertahun-tahun. Elwin mendesah lelah. "Letakkan di mejaku." Melihat keanehan pada Tuannya, Ferdi mengerutkan dahinya hingga me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN