Di ruangan kak Grace, hanya ada Jesty dan Kak Grace sekarang. Tadi seseorang dokter pria paruh baya menghampiri Elwin dan pria itu di ajak berbicara oleh dokter tersebut. Jesty sendiri telah meletakkan bunga krisan di atas nakas Kak Grace, tidak ia masukkan ke dalam vas bunga di sana karena masih ada bunga yang terlihat masih baru dan wangi. Mungkin sebelum ia dan mas Elwin datang ke Jerman, Oma Rita lebih dulu berkunjung ke sini. “Halo, Kak Grace. Namaku Jesty.” Jesty menepuk dahinya saat ingat satu hal. “Maaf Kak Grace, Jesty tidak bisa menggunakan bahasa Inggris apalagi bahasa Jerman. Jesty berharap Kak Grace bisa memahami sedikit yang Jesty bicarakan ya.” Jesty melihat Grace, pandangan matanya sayu. “Kak Grace cantik. Mirip Mas Elwin dalam versi perempuan.” Menyentuh tangan Grace, Je

