Empat Puluh Sembilan

1105 Kata

Jesty masih lelap dalam tidurnya, saat seseorang tengah menggoncang tubuhnya. Merasa terganggu, Jesty membuka sepasang matanya perlahan. “Oma,” panggil Jesty. Begitu matanya terbuka, ada senyum di wajah Oma Rita di sana. “Ada apa, Oma?” “Kita harus segera pergi, Jesty.” Jesty merubah posisi berbaringnya menjadi duduk. “Pergi ke mana, Oma? Sekarang pukul berapa?” “Kita harus ke tempat Kak Grace, sayang. Sekarang sudah pukul 9 pagi.” “Jesty kesiangan ya, Oma.” Oma Rita menggelengkan kepalanya. “Tidak apa, Sayang. Oma tahu tadi malam Jesty dan Elwin pulang tengah malam.” “Salahkan Mas Elwin, Oma. Dia yang ajak Jesty jalan-jalan jauh.” “Sudah, tidak apa-apa. Sekarang Jesty bangun dan sarapan ya, Oma dan Elwin tunggu di depan.” “Iya, Oma.” Tidak ada waktu bagi Jesty untuk malas-malasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN