"Jadi dia yang kau pilih?" Dio nyelonong masuk ke dalam ruang kerja Elwin. Elwin melirik sesaat dan kembali ke pekerjaannya. Melanjutkan yang belum ia selesaikan tadi sekaligus mencari ide untuk membuat hal-hal baru. "Bukan urusanmu." "Sudah kuduga. Ini pertama kalinya kau mengenal seorang wanita sendiri tanpa bantuan ku. Wanita terakhir tidak berhasil, semoga ini berhasil, Bro." Keketusan serta ketidakpedulian Elwin tidaklah berpengaruh banyak bagi Dio. Ia sudah mengenal tabiat buruk temannya itu. Tidak ada masalah, tidak ada yang perlu di takutin. "Dari mana kau mengenalnya?" "Teman Ayudia," jawab Elwin santai. Terpaksa di jawab karena temannya itu tidak akan berhenti berbicara jika ia terus diam. "Hah, kau bercanda? Kok aku tidak tahu?" "Kau tidak bertanya." "Ck," decak Dio. "Set

