"Pipi mu sungguh baik-baik saja, Jesty?" Harsa menghampiri Jesty di dapur begitu ia selesai meletakkan anaknya di kamar tamu rumah ini. Ia menyentuh pipi Jesty kemudian meringis melihat pipi merah Jesty. "Maafkan aku ya, Jesty." Harsa terus mengulang permintaan maafnya. "Bukan masalah besar kak Harsa. Tidak perlu meminta maaf terus menerus. Kak Harsa enggak capek apa? 'kan kita sama-sama salah. Sudah santai saja," balas Jesty, ia tersenyum ramah ke arah Harsa yang telah ia panggil dengan panggilan yang berbeda sebelum membuka plastik wrap dari wadah ayam yang sudah ia marinasi dan ungkep setengah hari di kulkas. Dari tadi siang ia memang merencanakan ini. Memasak ayam Kentucky dengan sambel geprek dan tumis kangkung. Ia mau menggabungkan dengan ayam yang barusan ia cuci. Ayam yang tadin

