"Maafkan saya ya, Mbak. Saya tidak tahu, ingatan anak-anak bisa setajam itu. Padahal sudah dua atau tiga Minggu yang lalu waktu mereka berkunjung ke sini." Jesty saat ini tengah ditangani Elwin. Pria itu dengan sangat lembut mengompres pipi Jesty. Menggerakkan es batunya pelan sekali. Kadang di tempel kemudian di lepas lagi. Lali di tempel lagi, seterusnya begitu. Istri Dio merasa tidak enak hati pada Jesty. Perlu di kompres berarti tamparannya keras sekali, ia tidak sadar melakukannya tapi memang punya niat melakukan itu. Mungkin, berasal dari emosi terpendamnya selama satu Minggu. "Aku yang harusnya meminta maaf padamu. Maaf atas kesalahpahaman ku dan ketidaktahuanku. Maafkan aku," pinta istri Dio, ia menundukkan kepalanya menunjukkan penyesalannya. "Makanya, Sayang, suami itu di per

