Delapan Puluh Sembilan

1061 Kata

Jesty dan Elwin saling bergandengan tangan menuju tempat peristirahatan terakhir orang terdekat Jesty. Suasana pagi ini cukup cerah, seakan mendukung keinginan Jesty untuk memperkenalkan calon pendamping hidupnya kelak. "Kedua makam ini, makam kedua orang tua Jesty, Mas Elwin." Jesty memandang sendu makam Papa dan Mama nya. "Sebelum kita menikah, Mas Elwin harus minta izin dulu ke orang tua Jesty." Elwin menatap bergantian dua pusara di depannya ini. Ia pun duduk di tengah-tengah pusara tersebut. "Perkenalkan, nama saya Elwin. Saya bukan orang yang mudah basa-basi. Saya di sini ingin meminta izin untuk menikah dengan putri Anda, Jesty." Jesty menggeleng ringan mendengarnya. Mas Elwin tetaplah Mas Elwin, tidak suka basa-basi. "Saya tidak bisa menjanjikan banyak hal. Saya akan mengusah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN