Sembilan Puluh

1073 Kata

Jesty masuk ke dalam butik milik Indi. Kepalanya menoleh ke sana kemari untuk mencari keberadaan Indi dan Harsa. Tempat ini cukup luas, agak susah mencari di balik baju-baju ini. Ia pun tidak bisa menghubungi Harsa, Elwin masih belum memperbolehkannya menggunakan ponsel. Jesty hanya menurut saja, ia tidak mau melihat sesuatu yang nantinya akan menyakiti dirinya. Jejak digital itu ada, sekarang jamannya menemukan seseorang dengan sangat mudah. Jesty masih takut melihat sosial medianya, takut orang-orang tahu dan menghina dirinya akibat postingan memojokkan itu. Kalaupun Elwin sudah memperbolehkannya memegang ponsel, ia tidak akan log in ke sosial media, pegang ponsel langsung log out, sungguh. Jesty berjalan cepat begitu menemukan Harsa dan Indi tengah mengobrol. "Kak Harsa, Kak Indi," s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN