Jesty resah sendiri berada di dapurnya. Ia tidak berhenti mondar mandir, takut apabila Elwin tidak membaca pesannya sama sekali. Bagaimana bila pria itu datang ke sini? apa yang harus ia katakan pada Ayudia kalau-kalau wanita itu bertanya. "Jesty kau lama sekali? Apa yang kau perbuat di dapurmu? Kau sedang telepon bersama kekasihmu diam-diam ya?" tanya Ayudia, dengan pertanyaan yang runtut. "Ke-kenapa kau tanya begitu?" Ayudia mengambil air di nampan di atas meja di dapur Jesty. "Ini untukku 'kan? aku minum ya??" Ayudia meminum teh hangat buatan Jesty, ya, masih mending teh hangat daripada air putih biasa. Jesty sendiri tahu, Ayudia kurang suka minum air putih. "Ehem," dehem Jesty, ia tidak ingin terlihat gugup atau pun panik. "Kenapa kau tanya begitu?" tanyanya ulang. "Ah, aku dua ka

