Delapan Puluh Dua

1052 Kata

Jesty menatap takjub tempat ia berpijak sekarang. Ia benar-benar berada di taman bermain ini. Elwin, pria itu menempati janjinya tanpa ia ingatkan. Dirinya sendiri pun tadi kaget saat kekasihnya itu datang menjemput. Maklum pelupa. "Terima kasih, Mas Elwin. Jesty senang bisa ke sini." Elwin berdiri di samping Jesty kemudian menggenggam tangan perempuannya. Jesty melihat tangannya di genggam hanya tersenyum tipis, ia bahkan balas menggenggam. "Sama-sama, Jesty. Mas senang Jesty senang." "Hari Minggu ramai orang ya, Mas." "Iya, Jesty." "Tidak apa, Jesty enggak lagi iri sekarang," ucap Jesty yang tidak dimengerti Elwin. "Maksud Jesty, karena Jesty punya Mas Elwin, Jesty enggak iri sama mereka-mereka yang menggandeng dan merangkul pasangannya." Jesty tersenyum seraya menaik turunkan kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN