Enam Puluh Tujuh

1493 Kata

Rian dan Ferdi sedang menikmati makan siang mereka berdua. Tidak hanya makan siang dari makanan yang diberikan oleh bos mereka. Mereka juga memesan makanan dari kantin yang di antar oleh office boy. Sejujurnya mereka lebih suka makan di kantin, sekalian tebar pesona. Siapa tahu ada yang nyangkut satu. Walau bertahun-tahun bekerja, tetap tidak ada yang nyangkut sih. Yah, apa boleh buat. Cari uang aja dulu. Karena kondisi, hari ini mereka berdua makan di meja kerja mereka masing-masing. "Kalau dia datang lagi, aku akan minta pertanggung jawaban," ujar Rian di sela makannya. "Memangnya kau hamil, sampai perlu tanggung jawab juga?" "Yeee. Ini masalah masa depan. Bagaimana jika tidak berfungsi?" "Kau mau mengetesnya dengan dia?" Pertanyaan Ferdi sukses membuat wajah Rian memerah. "Y-ya eng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN