"Jesty harus bersembunyi, Mas Elwin!" Seru Jesty, langsung melompat dari pangkuan Elwin sangking paniknya. "Jesty harus bersembunyi di mana, Mas?" Beruntung bagi Jesty, dinding kaca di sampingnya sudah tertutup kelambu. Elwin mengerti ketakutan Jesty dan ia melakukan itu supaya Jesty nyaman di tempatnya. "Tenang, Jesty," pinta Elwin. "Mana bisa Jesty tenang, Mas Elwin. Jesty takut ketahuan, Ayudia!" "Tidak akan." Mata Jesty berkeliaran, ia melihat ke sana ke mari. Mengingat di sini ada kamar tidur, Jesty segera berlari ke sana namun terhalangi oleh tangan Elwin. "Mas Elwin, Jesty mau sembunyi," bisik Jesty pelan. Ia sadar, jika ia berteriak, bisa-bisa Ayudia mendengar suaranya dari luar. "Mas yang akan keluar. Jesty tunggu di sini saja." Elwin menangkup wajah Jesty dan mengecup bibir

