Elwin mengajak Jesty pergi ke taman rumah sakit. Berdua dengan Jesty duduk di sana di temani daun yang mulai berguguran. Agak sedikit romantis baginya. "Ada apa, Mas Elwin mengajak Jesty ke sini?" "Mas ingin bicarakan sesuatu kepada Jesty." "Apa?" Elwin duduk menghadap Jesty, ia meraih tangan Jesty untuk di genggamnya. "Mas tidak ingin lama-lama. Sebelumnya terima kasih sudah menunggu dan memberikan kesempatan untuk Mas." "Mas apa sih, Jangan membuat Jesty gugup, ah!" "Jesty dengarkan Mas. Mas harap Jesty tidak memotong perkataan Mas ya." sedikit ragu Jesty menganggukkan kepalanya. Tatapan Elwin padanya kali ini,sangat tidak biasa. Itu yang membuat Jesty tidak bisa berkata-kata. “Dari awal kita bertemu lewat video call pertama kali, Mas sudah tertarik dengan Jesty. Malam itu Mas tid

