Jesty meletakkan kompres yang sudah ia peras di dahi Elwin. Kemudian Ia duduk di satu kursi kayu di sana untuk menikmati nasi goreng buatannya. “Maaf sudah merepotkan, Jesty.” Niat Jesty marahan lama, tidak terwujud. Mana tega ia marah dengan orang sakit. Beginilah dirinya yang lemah dan plin-plan ini. Nenek Moyang Jesty, Jesty minta maaf ya, maaf karena telah menjadi perempuan yang lemah. “Hmm,” gumam Jesty sambil memakan nasi gorengnya. “Mas Elwin nanti kukasih makan, Mas harus makan bubur biar cepat sembuh. Jangan minta sekarang, buburnya belum matang,” jelas Jesty. Elwin memegang dadanya, ia bersyukur Jesty sudah mau bicara dengannya. “Iya, Jesty,” jawab Elwin. “Sekarang Mas tiduran lagi, nanti kalau buburnya sudah matang, Mas Elwin akan Jesty bangunin.” Menurut, Elwin memejamk

