o0o Merri menatap dirinya di cermin. Ia melihat wajahnya yang kusam, matanya yang bengkak karena terlalu banyak menangis. Beberapa hari ke belakang, semenjak aksi nekatnya melarikan diri, Merri semakin jarang tersenyum. Dia lebih tahu caranya menangis dan lupa bagaimana caranya tertawa. "Nenek berjanji akan terus melindungimu, Sayangku," ucap Nenek Syan ketika beliau akhirnya membalas kelakuan Marshel dan balik memaki-maki cucu lelaki pertamanya tersebut karena sudah membuat Merri tertekan. Merri bersedih, ia berpikir bagaimana jika Nenek Syan tak berumur panjang mengingat wanita tua itu sekarang sudah sakit-sakitan. Bagaimana Merri akan bertahan hidup di dunia ini tanpa sosok kuat yang terus membelanya. Iya, masih ada Median, tapi ... terkadang lelaki itu juga memiliki kesibukan belum

