Bab 111

1610 Kata

“Siang ini, Saya tunggu di cafe! Urusan kita belum selesai!” ketus Misye sebelum beranjak pergi meninggalkan Adrian dan Aluna. Aluna mendelik kesal. Dia langsung mendorong kursi roda Adrian dan meninggalkan Misye. Sedih dan benci bercampur menjadi satu. Andai tak memiliki Ibu pengganti sebaik Jingga, Aluna tak akan tahu seperti apa dirinya saat ini. Sejak dulu, Misye hanya fokus pada karir, selalu mementingkan karir dan hal-hal yang berhubungan dengan itu. Adrian pun tak banyak bicara. Otaknya tengah mencerna. Apa yang harus dia lakukan sekarang. Rasanya dilemma. Dia tak ingin membuat Aluna sedih atas tekanan mamanya. Namun, untuk mengatakan yang sebenarnya, dia pun tak punya nyali. Apalagi belum ada yang terjadi di antara mereka. Bagaimanapun kondisi pasca operasi tulang belakang mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN