Bab 108

1532 Kata

“Ayo turun! Kita sudah sampai,” tukas Unda Jingga. Sementara itu, Oma Fera sudah turun duluan dan tengah merapikan pakaiannya. Aluna lekas membuka pintu dan turun. Begitupun Unda Jingga. Ketiga perempuan itu lantas berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju lift. Setelah tiba di sana, bergegas memijit tombol menuju lantai yang dituju. Entah kenapa, tangan Aluna mendadak terasa dingin ketika lift sudah terbuka dan lorong menuju kamar rawat Adrian sudah dilihatnya. “Bismillah … tenangkan aku, Ya Rabb!” Doanya dalam d**a, berharap rasa gugup yang tiba-tiba muncul itu bisa sirna. Jarak semakin memangkas keberadaan mereka dengan kamar di mana Adrian dirawat inap. Beberapa saat lalu, baru saja di ruangan itu selesai dilaksanakan akad. Walaupun tanpa mempelai perempuan, tapi Aluna sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN