Tak berapa lama, Bu Salmah sudah kembali dengan wajah murung. Unda Jingga yang melihat gelagatnya sudah bisa menebak, ada kabar kurang baik yang tadi dokter sampaikan. “Ada kabar apa?” Unda Jingga menatap wajah Bu Salmah. Aluna dan Oma Fera ikut tegang juga mendengarnya. “Adrian terindikasi mengalami kelumpuhan.” Deg! Aluna terperanjat luar biasa. “Astaghfirulloh!” Unda Jingga pun terhenyak kaget. Lalu reflek saja, dua orang itu berpelukan. Unda Jingga membiarkan Bu Salmah menangis. Hati Aluna mencelos. Tubuhnya rasanya mendadak seperti tak bertulang. Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dengan hati yang semakin tak karuan. “Kalau bukan karena ngelindungin aku, Yayan gak mungkin seperti ini …,” batin Aluna. Helaan napas panjang dia hembuskan. Rasa bersalahnya semakin t

