Bab 105

1517 Kata

“Kalau betul Una suka anak itu, lalu … kasihan sekali anak Pak Dirga.” Lirih Papa Banyu seraya menghela napas kasar dan tetap fokus pada jalanan. Hampir saja Garda pergi ketika mobil Papa Banyu menepi. Oma Fera tersenyum sumringah melihat anak dan menantunya itu datang. Hanya saja Aluna menautkan alis dan menatap Papa dan Undanya penuh tanya. “Papa sama Unda mau ke mana, sih?” telisiknya penuh curiga. Unda Jingga saling tukar pandang dengan Oma Fera. Lalu tersenyum agar tak terlihat begitu mencurigakan di mata Aluna. Ya, ini terlalu mencolok memang. Baru beberapa waktu lalu di drop ke rumah, tiba-tiba nyusul bersama Papa Banyu ke sana. “Tadi kebetulan Unda mau ke supermarket, banyak bahan makanan yang kosong. Jadi, Unda mampir ke sini dulu. Eh, ada tamu rupanya. Garda sengaja main?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN