Aluna baru keluar dari kantor kepolisian setelah memberikan keterangan. Adly pun sama, dia berjalan di sisi Aluna, tapi keduanya saling terdiam. Buma dan Cakra mengawal kakak perempuannya dari belakang. Dua pasang mata elang mereka mengawasi punggung Adly. Sesekali keduanya saling menoleh dan mengisyaratkan sesuatu. Pengacara yang mendampingi Aluna masih berada di dalam dan berbincang dengan aparat kepolisian. Dia sedang meminta personel untuk mengawal kliennya pulang. Bagaimanapun, Sang Pengacara menangkap ada hal yang janggal. “Lun, pulangnya biar aku anter.” Adly mencoba mengajak berbicara. Mereka sudah tiba di luar gedung dan kini Buma sedang menelpon Mang Parmin. Sopir yang akan menjemputnya. “Mbak Luna dijemput!” Sengak Cakra yang tengah menunggu adiknya menelpon. Dia berdiri be

