Bab 103

1513 Kata

“Sudahlah, Banyu. Ini ‘kan kecelakaan … siapa yang tahu kalau akan ada geng motor yang tiba-tiba menyerang!” tukas Oma Fera menghibur. “Ini tak sesederhana yang Mama bayangkan. Pengacara kita tadi bilang. Indikasinya adalah balas dendam. Ada dalang di balik semua pengeroyokkan ini dan feelingku tiba-tiba tertuju pada seseorang!” Papa Banyu menghela napas panjang. Unda Jingga dan Oma Fera serempak menatap pada Papa Banyu. “Siapa yang kamu curigai, Banyu?!” desak Ome Fera dengan tatapan penuh rasa penasaran. Papa Banyu terdiam sejenak. Namun kerutan pada dahinya menandakan kalau dirinya tengah berpikir. “Papa? Siapa?” Suara Unda Jingga juga terdengar menunggu. “Biar polisi melakukan penyelidikan dulu. Kita tak boleh sembarangan menyebut nama orang. Nanti bisa-bisa termasuk pencemar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN