Pernah denger pribahasa anak kucing dan anak anjing yang selalu bertengkar?
Pernah mikir gak si, mereka berdua tuh sebenernya bukan bertengkar, mereka sebenernya lagi ngobrol satu sama lain aja.
Tapi, karena kita yang gak ngerti bahasa mereka, dan dengernya cuman meow yang keras, sama gonggongan yang hebat aja. Jadinya berprasangka mereka lagi bertengkar.
Padahal engga.
Got it my point?
Okay, kalo gak ngerti skip aja.
Ody langsung memutar bola matanya karena teman-temannya kini menatap dirinya, dengan wajah kebingungannya.
Sementara Garry tertawa, dirinya tau apa maksut Ody tadi, namun ia merasa pemilihan kata Ody terlalu bertele-tele.
Ody menatap Garry, memicingkan matanya, menahan rasa geramnya. Karena Garry selalu menganggap Ody bertele-tele.
Padahal, ia sudah berusaha semaksimal mungkin, dan mencari kata-kata yang mungkin mudah untuk dipahami.
Walaupun, eksekusinya pun berantakan.
Tapi, ya harap maklum. Ody kan lulusan seni rupa bukan lulusan sastra bahasa, atau publik speaking.
Tanpa basa-basi, Garry kini mengambil tempat Ody untuk menjelaskan apa arti dari perbedaan yang Ody coba jelaskan tadi.
Ia mengambil pendekatan sudut pandang dirinya sendiri, agar teman-temannya bisa dengan mudah memahaminya.
"Oke, gua ambil kisah nyata gua aja ya. Yang kebetulan gua ketemu cewek yang beda sama gua."
DEG'
Kenapa jantung Ody berdegup dengan sangat cepat, padahal ia sudah menutup mulutnya dan tidak akan tampil kembali.
Namun, kenapa saat Garry mengatakan hal tadi, hati plus jantungnya menjadi tak karuan.
Ody merasa, jika Garry akan menambahkan dirinua sebagai figuran di penjelasan yang akan ia sampaikan di depan teman-temannya kini?
'Shit.' batin Ody gusar.
Sementara Garry menjelaskan dengan sabar nan runtut.
Mungkin menurut beberapa orang, penjelasan yanh dijelaskan oleh Garry, sedikit akan menyinggubg. Tapi, percayalah, Garry sangat menghaluskan bahasa yang akan ia pakai sekarang.
Garry menjelaskan jika dalam agamanya di Indonesia, mempunyai dua organisasi dakwah besar islam yang sangat populer. Yaitu pihak A dan B.
Pihak A menurut sepemahaman Garry adalah pemurnian islam, sedangkan pihak B adalah kebangkitan ulama, sesuai namanya. Namun Garry tidak mau lebih jauh membandingkan kedua organisasi tersebut, dikarenakan takut adanya kesalahan.
Yang jelas, Garry menekankan serta menegaskan jika kedua organisasi itu adalah islam, dan baik untuk agamanya sendiri.
Namun, pemerintahan di negaranya lebih memilih pihak B untuk penentuan hari-hari besar dalam agamanya, namun juga ada pihak A juga menentukan hari-hari besar dalam agamanya.
Itu diperbolehkan, karena penduduk di Indonesia pun juga ada yang tergabung dalam organisasi pihak A.
Dan sesuai negara demokratis, Indonesia memperbolehkan hal itu.
Setelah penjelasan tadi, Garry langsung mengambil point "Itu yang namanya perbedaan yang menyatukan, sangat indah, bukan?" Ungkap Garry, seraya menjelaskan kembali, jika kedua organiasi tersebut sama saling berargumen mengenai alirannya masing-masing, seperti dua orang yanh sedang berdebat. Namun, berdebat yang menyatukan.
Seketika beberapa audience yang langsung mengerti point dari Garry, langsug menganggukkan kepalanya.
Begitu juga, dengan Ody yang langsung menyimpulkan senyumnya.
"Lantas, pengalaman pribadimu apa?"
DEG'
'Oh s**t, mereka ingat aku mau ngomongin itu.' batin Garry.
Ia terkikih sebentar, menggaruk kepalanya yang kini rambutnya sudah sedikit tumbuh.
Ody terkikih di bangkunya, padahal kini hatinya gusar bukan main.
Ia menegakkan kembali pandangannya, saat Garry kembali melanjutkam penjelasannya.
Ia menjelaskan, jika dua tahun lalu ia dipertemukan oleh gadis yang sangat pandai membuat syrup maple di tempatnya berkuliah.
Namun, gadis itu berbeda dengannya. Dalam hal, warga negara, bentuk wajah, warna rambut, hingga kepercayaan.
Beda 100 persen.
Namun, anehnya Garry dan gadis itu merasa sangat nyaman satu sama lain.
Menceritakan perbedaan dari perbedaan masing-masing, ke satu sama lain.
Penjelasan yang tadi dijelaskan oleh Garry adalah salah satu contohnya, begitu juga gadis ini yang seketika menceritakan perbedaan kepercayaan darinya.
Gadis itu menyebutkan, jika agamanya kristen terbagi dua macam. Protestan dan Katholik.
Gadis ini juga menjelaskan perbedaan masing-masing agama tersebut, dari mulai gerakan sehabis dan sebelum berdoa, tempat beribadah, hingga cara beribadahnya pun ia ceritakan.
Ya, walaupun Garry sendiripun tidak mengetahui apa yang ia bahas.
Tapi ada satu point yang didapatkan oleh Garry. Yaitu, ternyata berbeda itu indah, selama kita memandang dari sudut pandang yang positif.
Perbedaan menyatukan kita semua, terlepas dari apapun jenisnya.
Semua itu telah ia buktikan, ketika ia dan gadis yang ada dalam cerita masih saling bersama, meskipun mereka tau akan berpisah nantinya.
Namun, persetan dengan kata nanti.
Kini mereka berdua, ingin lebih mencintai perbedaan mereka berdua dan selalu melindungi satu sama lain.
Setelah menyelesaikan penjelasan itu, Garry menghembuskan nafas berat yang sedari tadi ia tahan.
Dan langsung dihadiahi oleh sorakam serta tepuk tangan dari audience.
Membuat Garry menarik garis senyumnya, hingga wajah tampannya kini terlihat oleh pafa kaum hawa yang seakan terpesona padanya.
Sementara Ody malah melipat kedua tangannya, dan mencibir Garry, akan pesonanya yang ia tebar di depan sana.
Acara ini memang tidak besar, hanya perkumpulan semua talent dari kanal youtune Freddy dari berbagai universiyas yang tergabung.
Namun, tetap saja itu semua membuat Ody gusar.
Jika nantinya, banyak gadis-gadis yang akan mendekat pada Garry, dan memintanya bergabung dalam channel miliknya.
Walupun, Odypun mengetahui jika tidak lama lagi, Garry akan meninggalkan kota San Fransisco, dan kembali ke negara asalnya. Karena telah menyelesaikan studynya di sini.
"Eh... Bengong aja lo, napa?"
Entah Ivanna datang darimana, tiba-tiba sudah ada di samping Ody, dan menatap Ody dengan manik mata abu-abunya.
"Oalah, cemburu lu ya..."
"Engga ya! Ish." Sambar Ody, yang langsung menoleh pada Ivanna yang sedang terkikih geli.
Ivanna menepuk punggung belakang Ody, menjelaskan beberapa kata penenang padanya.
Jika Garry tidak akan berpaling dari gadis yang masuk dalam cerita kehidupannya.
Apalagi, semua itu telah ia sampainya di khalayak umum seperti tadi.
Perkataan dari Ivanna, sukses membuat Ody tersipu malu dan mengulum senyumnya.
"Idihh... Awaslu makin bucin Garry. Ihhh serem, senyum-senyum sendiri."
"Udah ah, gua mau mobile lagi, nyari sampah." Timbal Ivanna, meninggalkan Ody yang masih senyum sendirian.
Dan ternyata, senyuman itu terlihat oleh mata Garry yang sedang meladeni beberapa orang yang meminta foto bareng dengannya.
Walaupun waktu mereka berdua hanya tersisa sedikit, tapi semua itu tidak memudarkan rasa bahagia Garry.
Beberapa kali, ia terus berdoa dan bersyukur telah dipertemukan oleh Ody.
Yang membuatnya belajar apa arti cinta yanh sebenarnya, hingga sebentar lagi ia akan mencapai puncak dalam mencintai.
Begitu juga dengan Ody, yang selalu menyebut Garry dalam doa malamnya.
Meminta pertolongan dan perlindungan tuhannya, agar selalu melindungi Garry dari segala mara bahaya, serta mengamankan senyuman indah Garry dari wajahnya.
Karena hanyalah dia, laki-laki yangbuat Ody dewasa dalam mencintai satu sama lain.