Calon Ketua Umum Himpunan Fakultas

1020 Kata
Ternyata Ivanna menepati janji pada Garry kemarin, yang meminta membawa Ody ke basecamp agensi Freddy, setelah melakukan adu rayu yanh sangat alot. Memaksa Ody untuk meninggalkan acara himpunan yang sangat tidak berkualitas. Yang padahal, himpunan tersebut digadang-gadang sebagai organisasi paling elit di kampusnya tersebut. Tapi, nyatanya? Cih, hanya segerombolan orang yang numpang tenar untuk terkenal tapi tidak mau berusaha keras untuk mencapai popilaritas. "Hallo, semuanya." "Anjir! Ivanna! Kemana ajaa lo!" Fiola langsunh memeluk Ivanna, yang masih berada di ambang pintu. "Maaf ya, Kak Fio. Pas itu udah ghosting mendadak." Lirih Ivanna, merasa bersalah serta kembali mengingat moment dirinya tang menghilang tanpa alasan. Membuat semua anggota channel Nathan dan Fiola kelabakan mencari kabar Ivanna, yang mendadak kabur ke Meksiko. Sangat liar, bukan. Tapi, begitulah Ivanna. Sangat kekanak kanakan, tapi kuat. Hanya luarnya saja kuat, dalamnya rapuh. "Ada ody juga?! Whatt de hell. Sini masuk!!" Pekik Fiola, seolah sangat bahagia seperti orang yang sedang mendapatkan hadiah undian. Ody beserta Ivanna disambut dengan hangat, melebihi segelas kopi yang dipegang oleh mereka berdua. "Kak Fio," "Kenapa, Dy? Nyariin Garry?" DEG' Hati kecil Ody langsung bertanta-tanya, kenapa Fiola mendistrack dirinya dengan ucapan Garry. Ada apa sebenarnya, kabar apa yang berkembang setelah kepergian Ody. "Canda, Dy. Astaga, kenapa muka lu merah." Fiola langsung menepuk punggung Ody. Membuyarkan semua terkaan dirinya. Dan sekarang, akibat interupsi tadi. Ody melupakan apa yang ingin ia bahas pada Fiola. Sungguh menyebalkan, moment tersebut. Mungkin bukan Ody saja yang merasakan betapa kesalnya saat melupakan apa yang ingin dibahas, mungkin orang yang sedang membaca ini, sangat relate degan semua ini kan? Iya aja udah, biar cepat ya. Kasian Ody, gak ada yang dukung. Soalnya dia doang yang lola di perkumpulan ini. "Btw, mumpung lagi ngomongin Garry. Tuh anak kemana sih, Kak? Gua ada urusan sama dia." Pekik Ivanna, seraya memasukan chips pada mulutnya. Nathan menyeringgai, "Gaya lo urusan, anak kecil." "Apasii orang tua, ikut-ikutan aja lo." Cibir Ivanna, meledek Nathan dengan candaan khas mereka. Fiola terkikih, serta hatinya kembali haru karena ia bisa berkumpul seperti i i kembali. Dan merasakan suasana kehangatan full team, yang sempat hilang. Tunggu sebentar, belum full team ding. Karena Sofia serta Diffa yang masih menggantungkan kabarnya. "Garry paling bentar lagi datang, tadi izin dulu mau ngebacot sama ketua himpunan yang mau dia gantiin." Akhirnya pertanyaan Ivanna terjawan oleh Galael, yang tidak disangka mendengarkan perbincangan mereka sambil memainka playstation nya. "Hah? Tuh orang beneran niat jadu ketum?" Pekuk Ivanna, yang kemudian mulut embernya membeberkan kejadian tadi pagi yang ia lihat. "Anjir, keren juga tuh anak." Ungkap Nathan, dan langsung didukung oleh Fiola. "Ketum sekarang emang banyak gaya tau, gua aja bukan anak fakultas bahasa kesel liatnya." Cibir Fiola, dengan melipat kedua tangan. Seketika mulut ember Ivanna bertemu dengan mulut lemes Fiola, dan ternjadilah ghibah yang sangat seru mengalahkan final ufc tahun ini. Kedua gadis yang berbeda fakultas ini, saling menceritakan pengalaman ketengilan serta kesombongan ketua umum himpunan fakultas Bahasa dan Seni. Hingga membuat beberapa orang yang berada di ruang tengah, terbuai dengan ghibahan mereka. "Ngeri juga ya nanti kalo gua jadi ketum." Suara itu, membuat mereka semua langsung mengadahkan pandangan ke atas, dan mendapati sosok jangkung Garry yang tengah setengah bungkuk, untuk mendengar asyiknya percakapan merekan. "Kalo lo sikapnya begitu juga ya jadi bahan ghibah lah." Mulut lemes tanpa dosa Fiola, kembali membuka percakapan. Ia melambungkan bola tinggi, berharap dibalas oleh Garry yang sedang menanggalkan tas jasportnya. "Gapapa dah, biar gua tambah famous gua sikapnya kaya gitu aja nanti." Balas singkat Garry, dibalut dengan kikihan. Namun tidak dengan tatapan yang ia satukan pada balasannya. "Idih, narsistik!" Seru Ivanna. Mereka semua terkikih geli, dan melanjutkan semua perbincangannya. Dengan topik yang masih sama. Sementara Garry, kini dirinya sedang beristirahat di kamar satu. Mengistirahatkan fikiran serta fisik, yang seharian ini dipakai total untuk berfikir serta berkelahi. Sengat seimbang sekali, kehidupan calon ketua umum himpunan kita ini. Tapi, ada satu hal besar yang membuatnya gusar. Saat ini, Garry mengetahui jika penampilan Ody hari ini sangatlah manis. Untungnya Garry yang melihat, coba semut. Bisa-bisa Ody akan langsung dikerubungi, serta dibawa ke sarang semut. Garry terkikih, tertawa sendiri memikirkan jokes recehnya yang terpi tas pada otaknya kini. "Kok bisa-bisanya, ada manusia yang tiap hari makin nambah cantik nan manis kek begitu." BRGGGH' "BANGUN LO a***y!" Otak Garry baru dipenuhi dengan intermezzo yang sangat menyenangkan, karena memikirkan Ody. Tapi, kini ada nenek sihir yang tidak tahu sopan santun, tengah berdiri di ambang pintu kamar. "Freddy lagi jalan kesini!" Ivanna kembali meninggikan suaranya. "Lalu? Lantas? Oleh karena itu?" Balas Garry, menyebutkan semua kata ganti, untuk bertanya apa hubungannya dirinya dengan kedatangan Freddy. Membuat Ivanna harus menunjukkan taringnya kembali, karena kini ia berhadapan dengan manusia setengah es batu yang mungkin mempunyai ingatan sangat pendek. Ivanna duduk di kursi dekat Garry, "Gimana si calon ketum, janji manisnya mana. Gak ada bukti, tapi." Membuat Garry kembali terkikih, mendengar sindiran yang sangat khas dari para kaum hawa. "Kok lu bawa-bawa jabatan si? Ngiri lu gak dipilih jadi ketum?" Bukannya sadar, Garry malah balik menyindir Ivanna yang sedang berdecih di depannya. "Dah lah, banyak cing-cong lo. Keluar buru. Jalan sendiri apa mau gua tarik?!" Aura mencekam seorang Ivanna kembali terasa, dan sangat mengintimidasi Garry, yang saat ini diam terpaku. Tapi, bohong. Mana ada Garry takut, masa sesama laki-laki ia takut dengan Ivanna. Canda laki. Bukam maksuy Garry untuk menyinggung gender atau semacamnya. Tapi, bisa kalian lihat sendiri. Tingkah Ivanna yang kelewat tomboy, bisa membuat salah paham. Entaj memang dia lebih dominan hormon laki-laki, atau pada kehidupan lampaunya ia adalah seorang laki-laki. 'Astaga, bercanda.' batin Garry, tertawa terbahah-bahak. Karena mulutnya yang tidak bisa, maka diwakilkan saja dengan hati kecilnya ya. "Yaudah, bentar. Gua rapih-rapih dulu," "Yailah, kayak mau kemana aja rapih-rapih." Ivanna terus menginterupsi ucapan Garry, sehingga membuat Garry mendenguskan nafas beratnya. "Masa ketum gak boleh rapih-rapih. Kan mau ketemu sama calon anggota." Dalih Garry, yang padahal alasan sesungguhnya ialah, agar terlihat rapih di depan Ody. Ivanna mengangkat sebelah alisnya, setelah mendengar balasan Garry. Dan tidak mau memperpanjang semua ucapannya, karena lelah. "Yaudah buru!" Singkat, padat, dan sangat jelas. Ivanna keluar dari kamar, membiarkan Garry rapih-rapih seperti permintaannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN