Semua orang tua, pasti menginginkan buah hatinya bahagia. Tanpa terkecuali. Terlepas dari apa saja masalah yang mungkin ada di hadapan mereka masing-masing, "Mas, kalo belum mau pulang, its ok. Bunda tau itu." Air mata Garry langsung bederai sempurna, mendengar suara lembut yang mampu menusuk relung hatinya paling dalam, "Tapi, bunda kan pasti nunggu mas." Lirihnya. Kini Garry tidak bisa menyembunyikan tangisannya lebih lama. Ia mau jujur dengan ibunya sendiri. Tidak berpura-pura lebih kuat di panggilannya sekarang. Sejujurnya, saat ini Garry sangat merasa bersalah atas keterlambatan kepulangannya ke Indonesia. Dirinya telah mematahkan hati dari wanita yang ia cinta, karena alan yang sangat sepele. Tapi, Garry tidak mau melepaskan semua kenangan mereka di sini. Ia masih mau menciba

