"Makasih ya, udah ngasih tahu. Emm ...." "Ah, aku Risma." Risma mengulurkan tangannya pada Ayuni yang menyambutnya dengan senyuman kecil. "Oh iya, Risma. Makasih ya. Tapi ini semua nggak seperti yang kamu pikirkan. Ini hanya salah paham." Ayuni menjelaskan, berusaha menjaga nada suaranya tetap tenang meskipun dadanya terasa sesak. Risma mengangguk sambil tersenyum tipis. "Yaaah, aku paham. Alif memang keterlaluan. Itu privasi, seharusnya tidak boleh dijadikan konsumsi publik." Ayuni menghela napas lega. Akhirnya, ada seseorang yang bisa mengerti dirinya, atau setidaknya itulah yang dia pikirkan. "Aku bisa jaga rahasia kok. Tapi ... jangan menikmati semuanya sendirian, Yu. Bagi-bagi juga ke teman." Ayuni mengangkat alisnya, bingung. "Maksudnya?" "Kenalkan juga padaku orang-orang di a

