Ayuni masih mengerjakan tugasnya sampai malam. Nira sampai menelepon Yudha karena telepon dan chat darinya tidak dibalas oleh Ayuni. Yudha melangkah menuju divisi tempat Ayuni bekerja. Dia melihat Ayuni yang masih fokus dengan pekerjaannya. "Ayu." Ayuni sampai terlonjak saat mendengar namanya disebut. "Papa? Kenapa ke sini?" "Ada yang cemas di rumah karena anak gadisnya belum pulang," kata Yudha. Ayuni mengecek jam tangannya. "Ah masih jam sembilan." "Paling tidak balas chat ibumu. Jangan diabaikan, Papa yang dimarahi karena dipikir menyiksamu di sini." Yudha cemberut melapor apa yang sudah dilakukan Nira padanya. Ayuni terkekeh. "Maaf, handphone-nya aku silent. Hihi. Aku benar-benar nggak sadar. Tugasnya masih banyak." Yudha menghela napas, lalu menepuk kepala Ayuni lembut. "

