Undangan Pernikahan

1119 Kata

Mata Nira membesar setelah membaca isi dari pesan itu. "Abim? Untuk apa mengirim undangan pernikahannya pada Ayuni?" Nira berbisik pelan pada dirinya sendiri. Kembali dia tatap wajah Ayuni. Mata yang tertutup itu terlihat bengkak. "Susah payah Ayuni mencoba melupakan. Kenapa anak itu malah memberikan undangan pernikahan." Nira gusar. Dia takut dengan tanggapan Ayuni nanti setelah membuka pesan dari Abim. Dia takut kejadian setahun lalu akan terulang. Dengan hati-hati Nira mengambil ponsel Ayuni dan menempelkan jari Ayuni untuk membuka kunci. Dia buka pesan itu dan membalasnya dengan cepat, dan tanpa lama menghapus riwayat pesan setelah dia memastikan pesannya sudah dibaca. "Semoga dia mengerti." Nira meletakkan kembali ponsel Ayuni ke tempatnya. "Kenapa juga kamu masih menyimpan nomor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN