17. Wajah asli di balik topeng

1882 Kata

Nala berjalan ke luar rumah sambil melihat sekelilingnya. Semua tamu sedang berada di dalam dan hanya ada beberapa penjaga di luar. Suasana menjadi sangat sepi dan dia mendapati dirinya terlihat menyedihkan. Ini adalah pesta yang sangat dinantikan sejak semalam. Alasannya hanya satu, untuk bertemu langsung dengan Kirana, penyanyi favoritnya. Kapan lagi dia akan mendapatkan kesempatan emas seperti ini? Namun, sayang, di hari yang dinanti-nanti itu, dia malah ketiban sial. Untuk kembali ke tengah-tengah pesta, sepertinya harus dia lupakan karena tadi Adisti sudah mempermalukannya dan semua orang pasti mengenalinya. Dan sekarang, dia hanya perlu waktu untuk sendiri, merenungi nasibnya yang menyedihkan. Nala menelusuri jalan setapak yang dihiasi dengan bola-bola lampu. Di luar terasa lebih b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN