18. Hidup yang sempurna

1104 Kata

Bis yang datang dari arah Bogor itu melaju sedang. Beberapa penumpang tampak tertidur pulas. Pemandangan di sepanjang jalan hanya ada pepohonan, namun entah kenapa Rangga betah berlama-lama menatap ke luar jendela. Udara dingin yang masuk melalui jendela membuatnya merapatkan jaket. Bulan yang bersinar terang seperti berlari mengejar bis yang dinaikinya. Perjalanan masih panjang dan kemungkinannya bis akan tiba di Bali besok sore jika tidak ada kendala di jalan. Meski sudah berusaha untuk menutup mata, dia masih tidak bisa tidur. Belakangan terlalu banyak masalah, sehingga membuatnya gelisah. Kisahnya belum usai, Nala justru membuat cerita baru lagi. Melihat sang ibunda terus merasa khawatir, membuatnya bertekad untuk mencari Nala dan membawanya kembali ke rumah. Bagi Rangga, tidak ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN