BAB 33

2606 Kata

Dalwi menatap pusara Rahmat. Semua orang sudah pulang. Bahkan kedua orang tua Rahmat juga sudah pulang. Dalwi masih sangat ingat mengenai bagaimana orang tua rahmat yang terlihat sangat terpukul mendapati kenyataan kalau anak semata wayang mereka meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Ibu Rahmat terlihat begitu menangis sepanjang prosesi pemakaman. Dan di samping, suaminya selalu dengan sigap menemani beliau. Dalwi merasa dadanya begitu sakit. Kilasan-kilasan balik atas apa yang terjadi di masa lalu antara Rahmat dan dirinya kini berputar-putar. Dalwi tahu kalau kematian tidak pernah mengenal usia. Dia juga tahu kalau kematian adalah sesuatu yang pasti meski tidak diketahui kapan datangnya. Semua orang tentu sudah memiliki jadwal meskipun dia sendiri tidak memilikinya. Rahmat adalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN