bc

KISAH CINTA DUA ALAM

book_age16+
224
IKUTI
1.9K
BACA
adventure
time-travel
fated
drama
tragedy
mystery
coming of age
horror
kingdom building
spiritual
like
intro-logo
Uraian

Aku adalah wanita yang hidup di jaman Modern dan tidak percaya yang namanya dunia gaib. Aku juga berprofesi sebagai penulis novel bergenre Misteri.

Walau sejak kecil terkadang aku bisa melihat dan merasakan hal hal yang orang lain tidak bisa lihat dan rasakan , namun hal itu tidak serta merta membuatku tertarik akan dunia gaib.

Bahkan aku selalu menghindarinya dan pura pura tidak tahu saat tiba tiba diriku melihat mahluk ataupun hal hal yang tidak kasat mata . Ku anggap itu hanya ilusiku saja

Tapi , Benarkah aku titisan Putri Embun . Seorang putri yang pernah hidup lebih dari 500 tahun yang lalu. Aku sering bermimpi  yang sama , seorang pemuda selalu memanggil namaku"  Putri Embun " Benarkah wanita beramput perak itu adalah aku pada jaman dulu. Ahhhhh.... rasanya itu tidak mungkin .

Ketika aku sedang berada di Air Terjun Telunjuk  Raung , tak sengaja aku tersesat ke alam gaib dan sampai di sebuah kerajaan bernama Alas Kuningan .

Di sana aku bertemu seorang pemuda yang ternyata dia adalah Raja di Alas Kuningan. Dia mengikutiku sampai di dunia nyata. Dari sinilah kisah cintaku di mulai. Kisah cinta dua Alam .

chap-preview
Pratinjau gratis
Pemuda itu memanggilku Putri Embun
PROLOG Aku adalah wanita yang hidup di jaman Modern dan tidak percaya yang namanya dunia gaib. Aku juga berprofesi sebagai penulis novel bergenre Misteri. Walau sejak kecil terkadang aku bisa melihat dan merasakan hal hal yang orang lain tidak bisa lihat dan rasakan , namun hal itu tidak serta merta membuat aku tertarik akan dunia gaib. Bahkan aku selalu memghindarinya dan pura pura tidak tahu saat tiba tiba diriku melihat mahluk atau pun hal hal yang tidak kasat mata . Ku anggap itu hanya ilusiku semata Tapi , Benarkah aku titisan Putri Embun. Putri yang pernah hidup lebih dari 500 tahun yang lalu. Aku sering bermimpi yang sama , seorang pemuda selalu memanggil namaku" Putri Embun " Benarkah wanita beramput perak itu adalah aku pada jaman dulu. Ahhhhh.... rasanya itu tidak mungkin . Ketika aku sedang berada di Air Terjun Telunjuk Raung , tak sengaja aku tersesat ke alam gaib dan sampai di sebuah kerajaan bernama Alas Kuningan . Di sana aku bertemu seorang pemuda yang ternyata dia adalah Raja di Alas Kuningan. Dia mengikutiku sampai di dunia nyata. Dari sinilah kisah cintaku di mulai. Kisah cinta dua Alam . BAB 1 PEMUDA ITU MEMANGGILKU PUTRI EMBUN " Selamat datang putri , sudah sangat lama aku menunggu mu . Akhirnya putri kembali ke kerajaan ku. " Seorang pemuda tampan memakai pakaian sutra berwarna serba kuning dengan memakai mahkota emas terlihat sedang tersenyum sangat menawan sembari memegang tangan seorang wanita berambut perak yang memakai mahkota berlian putih yang sangat indah . Aku melihat dari belakang, kupandangi wanita itu dari bawah sampai ke atas. Entah kenapa hatiku sangat penasaran dengan wanita beramput perak di hadapanku . Rambut peraknya tergerai panjang dan berkilau indah saat cahaya bulan mengenai rambutnya. Di tambah gaun sutranya yang juga berwarna perak nampak cantik senada dan sangat anggun di pandang mata. Pasti wanita ini sangat cantik jelita. Aku penasaran dan mencoba mencari selah supaya bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas. Tapi terhalang dengan rambut peraknya yang tergerai terbang tertiup angin Pemuda itu tersenyum kepada wanita yang di panggilnya Putri sembari tetap memegang tangan dan menuntunmya berjalan berlahan masuk ke sebuah gapura yang sangat indah dan berhenti tepat di depan gapura itu. Aku pun berjalan mengikuti mereka dengan hati hati supaya mereka tidak melihat keberadaanku . Ku edarkan pandangan ke sekeliling, nampak banyak pepohonan yang menjulang tinggi tersusun rapi dengan akar akarnya yang kokoh menjalar bertemu satu sama lain. Suasana di sini sangat aneh terasa . Sangat dingin menusuk tulang tapi tidak ada hembusan angin yang bisa kurasakan . Sebenarnya di mana aku dan kenapa tiba tiba bisa berada di sini. perasaanku berkecamuk sembari terus mengamati sekeliling dengan perasaan campur aduk , takut , bingung tapi nyaman ...aahhhhh..entalah sangat sulit di jelaskan dengan kata kata. Kembali mengalihkan pandangan kedalam gapura . Nampak di dalam sana rumah rumah yang tersusun rapi . Semua tembok bangunan rumah yang ku lihat berwarna sama kuning emas dan terlihat banyak pernak pernik batu permata yang menghiasi tembok tembok di setiap rumah. Keindahan dan kemewahan laksana benar benar seperti sedang berada di negri dongeng Tempat apa ini??... Kenapa aku bisa sampai di sini. Sembari terus mengamati sekeliling. Ini baru pertama kali aku kemari. Tapi anehnya aku merasa tempat ini seperti tidak asing dan rasanya pernah aku datangi sebelum nya . Tapi kapan ? Aakkhhhh... aku menggaruk garuk kepala walaupun tidak terasa gatal, pandanganku kembali tertuju pada pemuda tampan di hadapanku. Aku berhenti dan mengendap endap tepat di depan pemuda itu. Memperhatikan wajahnya dengan seksama. Sangat tampan dan berwibawa. Aurah wajahnya bersinar membuatku terpaku . Aku tidak pernah melihat wajah seindah ini , rambutnya yanģ panjang bergelombamg di hiasi mahkota yang berkilau sangat mempesona bagaikan seorang Dewa yang sering ku lihat di filim filim korea yang sering ku tonton ..aahhhh tidak... bahkan lebih tampan lagi sulit di gambarkan dengan kata kata. Siapapun yang melihat wajah pemuda ini pasti akan terpesona dengan ketampanan yang pari purna serta wibawanya yang mempesona. Sebuah cahaya membuat aku tersentak dari lamunan, kilauan rambut perak wanita itu begitu sangat menyilaukan mata. Hati ini di penuhi perasaan penasaran ingin melihat wajah wanita itu. Aku pun kembali berjalan mengendap endap mengelilingi mereka . Dan kini wajah wanita itu bisa ku lihat dengan sangat jelas. Benar dugaanku, sangat cantik jelita benar benar cantik . Putih bersih bercahaya tiada noda. Bercahaya laksana pualam yang terkena sinar rembulan. Wajahnya yang teduh terasa sangat sejuk dan damai di hati. Di tambah bibir merah merekah dengan senyum yang sangat menawan. membuat rembulan meredup malu. Aku ikut tersenyum entah mengapa, seperti merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini, sembari terus memperhatikan wajah wanita berambut perak itu. Namun aku merasa ada yang aneh dan janggal dengan wajah itu . Wajah itu seperti tidak asing bagiku. Dan aku merasa sangat mengenal wajah nya. Wajah itu ...aaahhhkkk.....tidaakkk... wajah itu adalah wajahku sendiri. Terkesiap dan terpaku dengan mata membulat sempurna menatap ke arah wanita itu. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?. kenapa wajah kami bisa sama? Aku melotot dan memekik tertahan dengan mulut mengangah. Ya tuhaannn.... Benar itu benar benar wajahku. Aku mematung kaku tak bergerak memandang ke arah mereka . Pemuda itu mencium punggung tangan wanita berambut perak yang berwajah mirip denganku . Namun tak kusangka tiba tiba matanya tertuju ke arahku. Dia menatapku sambil tersenyum dan berkata. "Selamat datang Putri Embun. Akhirnya aku menemukanmu setelah sekian lama aku mencarimu " Secara spontan aku mundur ke belakang gegas berlari sekencang kencangnya dengan perasaan takut karna keberadaanku ketahuan . Aku berlari dan terus berlari , menerobos pekatnya hutan yang sangat dingin dan gelap itu , tanpa sadar kakiku tersangkut sebuah akar pohon beringin besar. Aku pun jatuh terguling guling membentur akar pohon yang saling bertaut satu dama lain. Kepalaku terasa membentur benda keras "Akkkhhh... aduuhhh... sakiiiiiit. " Aku mengusap usap kepala yang terasa sakit karna terbentur, sedangkan kakiku tersangkut dan terlilit akar pohon. Alhamdulillah ternyata kakiku tidak terluka dan hanya memar akibat benturan saja. Pandanganku beredar ke sekeliling memeriksa di mana keberadaanku sekarang. . Tidak ada pohon tidak ada apa apa, yang ada hanya tembok berwarna putih dan meja dengan laptop yang masih menyalah sedangkan aku berada di lantai dengan kaki tersangkut layar carger laptop yang tersambung ke stop kontak.....Ya Allah .....ternyata aku cuma bermimpi. Mimpi yang seperti nyata. Aku bangkit dan berdiri sambil menyeka keringat yang bercucuran membasahi tubuh. Suara binatang malam yang bersahut sahutan serta desiran daun yang saling bergesekan semakin menambah kesan mistik yang begitu menyeruak. Ku raih teko air putih di atas nakas dan meneguk nya, air dingin itu mengalir membasahi kerongkonganku yang terasa sangat kering kerontang hingga tetesannya membasahi leher. Rupanya aku ketiduran saat mengetik tadi. Ekor mata melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul 3 dini hari . Aku mematikan dan menutup laptop yang sedari tadi menyala, dengan langka gontai ku beranikan diri mengambil air wudhu di belakang halaman rumah walaupun suasana malam pekat berselimut dingin yang begitu menusuk tulang. Setelah selesai sholat tahajud ku baringkan diri di atas ranjang sembari kembali mengingat mimpi aneh yang baru saja aku alami. Tak menunggu waktu lama aku pun kembali terlelap dalam alam bawa sadar dan kembali terhanyut di dunia mimpi di dalam balutan selimut tebal yang melindungi tubuhku dari hawa dingin pegunungan yang terasa sangat menusuk tulang.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.0K
bc

MY LITTLE BRIDE (Rahasia Istri Pengganti)

read
19.3K
bc

Revenge

read
35.5K
bc

Oh, My Boss

read
387.0K
bc

Beautiful Pain

read
13.6K
bc

Penghangat Ranjang Tuan CEO

read
33.9K
bc

Hati Yang Tersakiti

read
6.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook