Saat mobil polisi hendak berjalan pelan, kulihat dari balik jendela, ada warga yang berusaha untuk menghentikan laju mobil tersebut. Ada apa lagi? Pikiranku semakin kalut. Masalah apa lagi ini? Tiba-tiba, gerombolan warga datang lagi dari arah lokasi vespa kami hampir terjatuh tadi. Seorang wanita diseret paksa oleh dua lelaki dengan pengawalan ketat oleh penduduk sekitar. Mataku terbelalak. Wanita itu terlihat menangis dengan rambut yang berantakan ke mana-mana. Namun, kecantikannya masih terpancar dengan balutan blus lengan panjang merah hati dan celana berwarna khaki. Ya, dia adalah Clara. Langkahnya terseok-seok saat dipaksa untuk menaiki mobil patroli. Sebagai sesama perempuan, aku begitu tak tega melihat dia diperlakukan seperti itu. Bagaimana pun juga dia adalah manusia, sama se

