*** Sepulangnya dari rumah sakit, Giana segera ke kantor Layana Siap Bantu karena Aya menghubunginya. Akibat dipaksa oleh Diandra, Gama yang mengantar Giana ke sana. Sebenarnya Gama malas, tetapi mamanya yang pemaksa membuatnya melakukan itu. Di tengah jalan Gama ingin menurunkan Giana, tetapi entah kenapa ia urung melakukan itu. “Terima kasih, suami!” ujar Giana dengan sengaja setelah mereka sampai di kantornya. Gama berdecak sebal. Tanpa mengatakan apa-apa ia melajukan mobilnya meninggalkan Giana di sana. Giana terkekeh melihat tingkah Gama. Ia tidak tahu kenapa, tetapi hatinya berdebar melihat kekesalan Gama terhadapnya. Ada semacam kesenangan sendiri di hati Gia karena interaksi mereka yang tak biasa. Ini bukan karena Gia jatuh cinta, tetapi suka saja mengerjai Gama. Tidak mungk

