Bab 31: Kelakuan

1115 Kata

*** Aya tidak simpati sama sekali pada Giana setelah ia menceritakan kejadian pagi tadi pada gadis itu. Aya justru senyum-senyum sendiri dan sibuk mengejeknya sepanjang hari. Hal itu membuat Giana sebal padanya. “Aku mau lupain itu, tapi sepanjang hari kamu ngejekin aku!” ujar Gia sambil geleng-geleng kepala. Ia betul tidak tahu apa yang sahabat baiknya itu pikirkan. Sehingga sejak ia menceritakan kejadian yang membuatnya malu itu, Aya selalu saja menatapnya dengan tatapan yang menggoda. Astaga! Giana merasa Aya bukank sahabat yang baik untuknya. “Nggak usah dilupai, malah seharusnya diterusin. Ingat GI, kamu sekarang udah jadi istri. Kewajibannya udah beda,” kekehnya. Entah kewajiban yang mana yang membuat wajah Aya memerah. Namun, Giana yakin tak sesederhana yang dirinya pikirkan. G

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN