Bab 41: Minggat

1659 Kata

*** Bus membawa Giana menuju ke arah rumah lamanya. Ia pulang untuk bertemu Nenek dan adiknya. Berada di rumah besar mertuanya dengan Gama di dalamnya membuat Giana sesak. Ia tidak bisa tinggal bersama lelaki yang selalu saja seenaknya sendiri. “Apaan sih!” Giana mengapus airmatanya yang tak juga ingin berhenti. Sesungguhnya apa yang sedang Gia tangisi? Sikap Gama yang menyebalkan atau keadaannya yang saat ini semakin menekan bathinnya? Entahlah, Giana pun tidak mengerti. Namun, yang pasti Giana enggan bertemu Gama untuk sementara waktu. Jika memang Nenek dan adiknya tidak menerima kehadirannya nanti, Gia bisa mengerti. Mungkin mengganggu Aya bukan pilihan yang buruk mengingat mereka sudah lama tidak saling berbagi cerita. Gia menghapus airmatanya dengan kasar. Entah kenapa cairan ben

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN