*** Suara pintu yang didorong dari luar dengan kencang lagi-lagi terdengar oleh Gama. Ia yang sedang berbaring berdecak sebal dibuatnya. Sekali lagi mamanya melakukan itu. Membuat kekesalan Gama bertambah berkali-kali lipat dari yang terakhir kali. “Ada apa lagi, Mama? Belum cukup tadi siang nampar aku?” Mendengar kesarkasan Gama membuat Diandra benar-benar murka. Rasanya, Diandra ingin mengembalikan Gama ke dalam perutnya dan tidak berniat untuk melahirkannya kembali. Gama benar-benar membuat Diandra putus asa. “Puas kamu? Istrimu minggat gara-gara perlakuanmu yang nggak benar itu!” bentak Diandra. Gama kembali berdecak sebal. Giana yang minggat kenapa ia yang kena sasaran? Gama semakin tak suka saja pada Giana. Perempuan itu benar-benar mengganggu hidupnya. “Nanti juga pulang,

