Bab 49: Bertubi-tubi

1702 Kata

*** Gama mengedikan dagunya. “Makan!” perintahnya setelah sepiring nasi beserta lauknya berada di hadapan Giana. Mendengar itu membuat Gia melirik Aya dan Farel secara bergantian. Farel mengedikan bahunya, sedangkan Aya meringis tak tertahan. Mereka sama bingungnya dengan Giana. Betapa sialnya karena Aya dan Farel harus terjebak bersama sepasang suami istri yang tidak tahu maunya apa. “Makan aja, Gia, biar kita bisa balik ke ruangan Nenek secepatnya,” bisik Aya karena sejak tadi Giana tak juga menyentuh nasinya. Giana menundukan pandangannya pada sepiring nasi yang sudah Gama pesan. Lalu beralih menatap lelaki itu dengan tatapan bertanya-tanya. Apa yang telah terjadi sehingga Gama memperlakukannya sedikit berbeda hari ini. Beberapa hari tidak bertemu membuat Gama berubah. Giana menjad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN