*** Ruang rawat inap Geraldi Pradipta dipenuhi isak tangis Diandra. Sekali lagi suaminya itu mengejutkan Diandra. Jantungnya hampir saja copot karena mendengar putrinya mengatakan bahwa Geraldi mengalami syok. Beruntung, tidak ada yang terjadi setelah itu. Geraldi masih memiliki harapan meskipun teramat tipis. Diandra akan tetap menunggu setipis apapun harapan itu. Ia yakin suaminya tercinta akan kembali membuka mata. Mereka bisa berkumpul seperti dulu lagi. “Ma udah Ma, lebih baik Mama pulang. Istirahat di rumah,” ucap Gama yang merasa tak tega. Mamanya begitu rapuh bila itu tentang papanya. Betapa Gama menyesal karena beberapa hari ini mereka selalu berseteru. Ia telah menyakiti perasaan mamanya berkali-kali. Hal itu pasti semakin menghancurkan hati Diandra. “Kamu pulang aja Gama, M

